CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Kamis, 07 Mei 2009

S '9' Band - Cemara


Dibawah label Nagsawara, Grup band Sembilan merilis album Cemara. Di Video klip grup band asal Bandung itu menampilkan figur klasik dunia boneka Indonesia yakni tokoh Si Unyil, Pak Radenden dan Pak Ogah....




Di hari musik nasional yang jatuh pada tanggal 9 Maret, grup musik yang namanya serupa melaunching album Cemara yang dikemas dua warna musik hingga lirik global warming.


Dalam implementasi lagu Cemara ini, group band yang diproduseri Charlie dari band ST 12 melancarkan pesan moral, mengenai carut marut wajah hutan Indonesia. "Dari hari ke hari, hutan kita semakin gundul sehingga terjadi banjir yang menyebar luas di seantero wilayah kita," kata Ilham, sang vokalis band Sembilan saat rilis di gedung Nagaswara, Menteng, Jakarta, Senin kemarin.

Ilham yang memiliki vokal yang berkarakter melanjutkan lewat tembang ini, diharapkan masyarakat ikut ambil bagian dalam memelihara hutan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Senada dengan Ilham, pak Raden yang memiliki nama asli Drs juga mengajak komponen bangsa ini untuk menjaga kelestarian hutan. "Jangan sampai hutan kita gundul seperti kepala pak ogah (yang gundul.red)," canda pak Raden.

Di album Cemara milik Sembilan, Charlie seakan ingin mengeksplore musik eksibisi-nya dengan kolaborasi antara pop dan etnik. Jadi, lewat album ini berbeda dengan garapan Charlie sebelumnya. Jika sebelumnya Charlie selalu memproduseri album atau hit single beberapa artis penyanyi yang identik dengan genre musik melayu. jadi, tak salah, kalau grup band ini, karakter suara dan karakter band ini lebih mirip dengan ST 12.

Dengan kematangan konsep, termasuk menyentuhkan unsur orkestra dengan kandungan misi pesan moral/sosial hingga balutan rocklypop dan cinta, diharapkan album ini akan memberikan ruang gerak bagi grup yang digawangi selain Ilham, Arif (gitar), Angga (bass), opung (drum) dan Bagus (guitar) untuk menyeruak menjadi band yang besar.

Di saat musik Indonesia mengalami quo vadis, grup band Sembilan hadir dengan warna baru. Ibarat messianisme dalam perjalanan musik Indonesia. Semoga band ini mampu menjadi virus musik di tahun 2009 dengan hasil karyanya.

0 komentar: